Rabu, 17 September 2014

Mengenal Lebih Dekat Kota Jakarta



Selamat datang di Jakarta.

Menyandang predikat sebagai kota termodern di kepulauan Indonesia, Jakarta juga merupakan Ibukota Negara Republik Indonesia.

Sebagai Kota Pusat Pemerintahan, Jakarta juga merupakan tempat bertugasnya para Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus sentra aktivitas Perbankan dan Keuangan, pusat Bisnis dan Perdagangan, serta menjadi kota penghubung jalur transportasi udara baik dalam rute domestik maupun mancanegara di Indonesia.

Sejak dulu, Jakarta sudah terkenal sebagai salah satu kota pusat perdagangan di kawasan Asia. Ketika didirikan pada abad ke-16, Jakarta menjadi pusat administrasi dan pemerintahan di era kolonial Hindia Belanda. Meski demikian, Jakarta tetap menjadi tempat dikumandangkannya deklarasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, setelah penindasan selama 3 abad oleh bangsa kolonial.

Kini kota Jakarta menjelma menjadi Provinsi DKI Jakarta yang terbagi atas 5 wilayah Kota administrasi dan 1 Kabupaten administratif, yaitu Kota administrasi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, serta Kabupaten administratif Kepulauan Seribu yang terletak di sebelah utara pelabuhan Jakarta. Kota Jakarta juga dilintasi oleh 13 buah sungai, dengan Sungai Ciliwung sebagai yang terbesar.

Dengan populasi 9 juta penduduk, Jakarta terus berkembang sebagai kota yang menghubungkan sejumlah kabupaten dan kota-kota di sekitarnya, membentuk kawasan Penyangga Jakarta, yang dikenal dengan nama Jabodetabek atau kependekan dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi.

Kini Jakarta juga menyandang sebutan kota kosmopolitan dan multikultural, tempat bermukim serta bertemunya ratusan suku bangsa di Indonesia.

Seni dan Budaya Jakarta (Betawi)

Gambang Kromong



Gambang Kromong
Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik setempat dengan Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan gong. Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang. Bermula dari sekelompok grup musik yang dimainkan oleh beberapa orang pekerja pribumi di perkebunan milik Nie Hu Kong yang berkolaborasi dengan dua orang wanita perantauan Cina yang baru tiba dengan membawa Tehyan dan Kongahyan.Pada awalnya lagu-lagu yang dimainkan adalah lagu-lagu Cina, pada istilah sekarang lagu-lagu klasik semacam ini disebut Phobin. Lagu Gambang Kromong muatan lokal yang masih kental unsur klasiknya bisa didengarkan lewat lagu Jali-Jali Bunga Siantan, Cente Manis, dan Renggong Buyut. Pada tahun 70an Gambang Kromong sempat terdongkrak keberadaannya lewat sentuhan kreativitas "Panjak" Betawi legendaris "Si Macan Kemayoran", Almarhum H. Benyamin Syueb bin Ji'ung. Dengan sentuhan berbagai aliran musik yang ada, jadilah Gambang Kromong seperti yang kita dengar sekarang. Hampir di tiap hajatan atau "kriya'an" yang ada di tiap kampung Betawi, mencantumkan Gambang Kromong sebagai menu hidangan musik yanh paling utama. Seniman Gambang Kromong yang dikenal selain H. Benyamin Syueb adalah Nirin Kumpul, 

Tari Topeng Betawi dan Tari Lenggang Nyai



Tari Topeng Betawi
Tarian betawi yang cukup lama dikenal masyarakat adalah Tari Topeng Betawi. Dalam Tari Topeng Betawi, Anda dapat melihat tiga unsur seni sekaligus. Yaitu tari, teater dan musik. Musik pengiring Tari Topeng Betawi banyak sekali. Topeng Betawi tumbuh dan berkembang di pinggir-pinggir Jakarta. Biasanya digelar saat ada pernikahan, acara sunatan dan membayar nazar. Dalam Topeng Betawi, para penari memakai topeng dan bercerita lewat seni gerak. Kini tari Topeng Betawi sudah banyak dikreasikan. Sehingga Tarian Betawi pun semakin beragam.




Tari Topeng Betawi
Adalah Wiwik Widiastuti yang mengembangkan Tarian Lenggang Nyai ini. Atau lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Tari Lenggang Betawi. Wiwik sendiri bukan orang Betawi asli, ia adalah orang Yogyakarta. Namun kecintaannya kepada budaya dan tarian betawi, membuat Wiwik menciptakan kreasi Tari Lenggang Betawi ini. Dalam tarian ini dapat melihat ada unsur tanjidor dan tari topeng yang kental sekali. Tarian Betawi Lenggang Nyai ini bercerita tentang Nyai Dasima yang berhasil membebaskan diri dari pemaksaan. Nyai Dasima pun mampu menentukan arah dan pilihan hidupnya.


Kuliner Asli Jakarta
Asinan Betawi


Asinan sayuran orang Betawi dari Jakarta. Berbagai jenis sayuran yang diasinkan dan diawetkan sepert sawi, kubis, taoge, tahu, selada disajian dalam bumbu kacang yang dicampur cuka dan cabai, ditaburi kacang goreng dan krupuk (khususnya krupuk mi)


Soto Mie Betawi




Racikan mie yang dikawinkan dengan soto ini memang populer sebagai jajanan kaki lima. Isian bihun, mi kuning, tomat, kol, risol dan daging, disiram kaldu yang mengepul panas. Makin lengkap kelezatannya kalau ditambah air jeruk limau dan sambal.
Soto mi merupakan jajanan kaki lima khas Betawi. Meskipun ada juga yang memberi embel-embel Bogor. Sesuai dengan namanya, racikan ini merupakan perpaduan soto dan mi kuah. Sotonya berupa daging dan dengkul sapi yang direbus empuk. Disajikan dengan mi, tomat, irisan kol, sambal rawit dan air jeruk limau plus sedikit kecap manis.

Kerak Telor



Mendengar nama “kerak telor” mungkin bagi sebagian orang akan langsung mengaitkannya dengan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Hal ini disebabkan karena banyaknya pedagang kerak telor yang bisa kita jumpai di acara PRJ tersebut.
Sementara itu di hari-hari biasa, ada kalanya kita bisa menemukan pedagang kerak telor menjajakan dagangan dengan berkeliling kampung. Namun mungkin jumlahnya tidak seberapa dan mulai sulit ditemukan karena penganan satu ini sudah termasuk langka.
Kerak telor merupakan salah satu makanan khas daerah Betawi. Makanan ini dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.
Cara membuat makanan ini cukup unik karena tidak dimasak di atas kompor namun dimasak diatas bara api. Pedagang kerak telor sesekali membalikkan wajan agar permukaan dari kerak telor tersebut juga terpanggang dan matang merata sambil dikipas-kipas agar bara api tetap menyala. Setelah kering dan matang kerak telor siap untuk disajikan
Kerak telor terbuat dari bahan-bahan yaitu ketan putih, telur ayam atau bebek, bawang merah goreng, udang goreng, cabai merah, kencur, jahe, kelapa sangrai, gula, garam, dan merica. Kerak telor memiliki rasa yang gurih dan enak dinikmati selagi hangat.

Roti Buaya


Siapa bilang buaya merupakan konotasi dari playboy? Buaya adalah binatang yang paling setia dengan pasangannya. Buaya berbentuk roti dalam masyarakat Betawi merupakan representasi dari kesetiaan. Oleh karena itu harus diberikan sepasang. Roti buaya adalah salah satu prasayarat yang harus ada dalam upacara pernikahan Betawi. Roti buaya ini berbentuk buaya kecil yang lucu. Namun sayang, roti ini juga sekarang mulai sulit didapatkan. Toko-toko roti modern lebih banyak menjual berbagai jenis roti dari luar dari pada roti khas Betawi ini.

Dari Berbagai Sumber :
1. 
http://www.jakarta-tourism.go.id/taxonomy/term/1?language=id
2. 
http://senibudayabetawi.blogspot.com/
3. 
http://ajigunawan.wordpress.com/2013/02/10/makanan-khas-betawi/
4. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Jakarta_Pictures-4.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar